Apa itu Startup dan Sejauh Mana Perkembangannya di Indonesia?

  • 4 min read
  • Oct 06, 2020

Nama GO-JEK, Tokopedia, dan yang lainnya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Bahkan, saat ini masyarakat yang memanfaatkan GO-JEK maupun Tokopedia, serta yang lainnya dalam kehidupan sehari-hari  sudah sangat banyak.

Nama-nama di atas merupakan perusahaan Startup berbasis online yang perkembangannya sangat cepat di tanah air, bahkan dengan omzet yang tidak main-main karena mencapai miliaran Dolar AS!. Hebatnya, founder atau pendiri perusahaan Startup tersebut merupakan generasi milenial yang berusia di bawah 40 tahun. Tidak heran jika saat ini tren bisnis Startup mulai diminati oleh banyak kalangan muda Indonesia.

Meskipun kesuksesan perusahan-perusahaan Startup di atas, bukan berarti  semuanya didapatkan dengan mudah dan dalam sekejap. Sebagaimana bisnis lainnya, tetap dibutuhkan perencanaan yang matang dan kerja keras serta pantang menyerah untuk mendapatkan keberhasilan tersebut.

Startup Gojek di Indonesia
Startup Gojek di Indonesia

Arti Startup & Karakteristik, dan Perkembangannya di Indonesia

1.Arti Startup

Agar pembahasan kali ini tidak simpang siur, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan Startup itu. Perlu diketahui bahwa Startup merupakan sebuah istilah serapan dari bahasa Inggris yang bermakna sebuah tindakan atau proses dalam memulai sesuatu. Terkait dengan bisnis, Startup merujuk kepada perusahaan rintisan yang belum terlalu lama beroperasi. Lantaran baru didirikan, tentu perusahaan tersebut masih dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menentukan target market yang tepat.

Hanya saja, jika kita melihat sejarah perkembangannya, nampak jelas kalau Startup itu terkait dengan perusahaan yang berkaitan erat dengan teknologi, website dan internet. Mengapa demikian? Tidak lain karena istilah Startup mulai populer secara global di masa buble dot-com.

Perlu diketahui bahwa buble dot-com ditujukan kepada era tahun 1998-2000, di mana mulai banyak perusahaan saling berlomba dalam membuka website pribadi, sehingga masyarakat kenal akan internet, sebuah lahan baru untuk berbisnis. Tak hanya perusahaan lama, di era tersebut mulai bermunculan banyak sekali perusahaan-perusahaan baru alias rintisan yang dijuluki Startup.

Hanya saja, Ronald Widha dari TemanMacet.com memaparkan bahwa Startup sebenarnya tidak terbatas pada perusahaan berbasis teknologi dan internet saja. Sebab, Startup bisa juga dikaitkan dengan perusahaan baru maupun gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang mengenalkan produk barang/jasa, tanpa mengandalkan bantuan dari korporasi besar yang lebih mapan.

2.Karakteristik Startup

Agar lebih mengenal apa itu Startup, sebaiknya kita mengetahui beberapa karakteristik bisnis stratup itu sendiri.  Karakteristik- karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Sebuah perusahaan digolongkan sebagai Startup apabila berusia kurang dari tiga tahun.
  2. Memiliki jumlah pegawai maksimal 20 orang.
  3. Pendapatan perusahaan tersebut maksimal USD100 ribu (sekitar 140 juta rupiah) per tahun atau omzet bulanan maksimal 11,5 juta rupiah atau omzet harian maksimal 380 ribu rupiah.
  4. Perusahaan tersebut masih dalam tahap perkembangan sehingga produk yang ditawarkan dan target market bisa berubah.
  5. Lantaran Startup saat ini identik dengan perusahaan rintisan berbasis teknologi, menyebabkan produk barang atau jasa yang ditawarkan dalam bentuk aplikasi digital dan beroperasi secara online, serta memiliki website resmi.

3.Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia

Perkembangan Startup di Indonesia cukup pesat. Bahkan, saat ini terdapat kurang lebih 1500 bisnis Startup lokal di Indonesia. Peningkatan tersebut disebabkan pengguna internet di Tanah Air yang terus meningkat dari hari ke hari. Bayangkan saja, para tahun 2013 pengguna internet di Indonesia berkisar 70 juta orang. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa saat ini, menjadikan peluang bisnis Startup yang menjanjikan.

Bisnis Startup Terbesar di Indonesia
Bisnis Startup Terbesar di Indonesia

4 Faktor yang Mendukung Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia

Ada beberapa faktor yang mendukung perkembangan Startup di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan saya sebutkan 4 faktor yang mendukung perkembangan bisnis startup di tanah air.

1.Publik Tanah Air Terbuka dengan Teknologi

Inilah salah satu faktor pertama yang menjadikan bisnis Startup sangat laris manis di Indonesia. Hal ini disebakan kondisi masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat yang begitu terbuka dengan teknologi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pengguna internet di tanah air saat ini semakin meningkat saja dari tahun ke tahun. Ini merupakan bukti kalau publik tanah air sangat terbuka dengan teknologi.

Seiring dengan perkembangan smartphone, teknologi semakin dikenal bukan saja oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga hingga pelosok desa. Bukan cuma generasi muda, saat ini kalangan berusia tua dengan berbagai latar belakang mulai banyak yang mencoba berselancar di internet dengan gawai mereka masing-masing.

2.Penduduk Indonesia Sangat Banyak

Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang tercatat pada tahun 2017, sudah menyentuh 264 juta jiwa. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar yang empuk untuk bisnis apapun termasuk Startup.

Fakta inilah yang kemudian dimanfaatkan betul oleh GO-JEK, Traveloka hingga Tokopedia yang akhirnya menjelma menjadi perusahaan Startup raksasa. Selama Anda bisa memahami kebutuhan masyarakat secara umum  dan bisa menawarkan solusi kebutuhan tersebut lewat bisnis, maka tentu usaha tersebut bakal berkembang pesat.

3.Pelayanan Startup Lebih Memuaskan

Faktor lainnya yang turut menjadikan perkembangan Startup lebih cepat tidak lain karena pelayanan yang ditawarkan. Seperti yang sudah diketahui, bisnis Startup saat ini identik dengan teknologi sehingga operasionalnya dilakukan secara online. Fakta inilah yang menjadikan masyarakat lebih memilih Startup karena dirasa jauh lebih efektif dan efisien.

Sebagai contoh, marketplace seperti Tokopedia yang bisa digunakan untuk berbelanja berbagai barang yang diinginkan, di mana Anda tinggal membuka aplikasi pada ponsel, melakukan pembayaran dan barang diantar ke rumah.

Demikian pula jika Anda ingin bepergian, tinggal pesan saja jasa ojek dan saat lapar tinggal pesan ke restoran terdekat sembari menunggu datangnya kurir seperti yang ditawarkan oleh GO-JEK. Jauh lebih memuaskan, bukan? Tidak heran jika bisnis Startup langsung banyak diminati.

4.Investor – Pemerintah Saling Dukung

Faktor terakhir yang turut mempengaruhi bisnis Startup di Indonesia yakni saling mendukungnya antara investor dan pemerintah. Itulah sebabnya mengapa pada pertengahan Agustus 2019, Kementrian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Ignite the Nation Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang menjadi bukti kalau pemerintah berupaya memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran Startup baru.

Bahkan di beberapa kota, komunitas-komunitas Startup mulai rajin menggelar ruang diskusi demi mencari CEO-CEO Startup baru. Karena perkembangan Startup di Indonesia mendapatkan dukungan dari pemerintah, menjadikan banyak investor-investor lokal dan asing yang tertarik dan menanamkan modal ke perusahaan rintisan tersebut.

Seiring dengan pengguna internet yang terus meningkat di Indonesia, menjadikan masa depan bisnis Startup Indonesia sangat menjanjikan. Bahkan, pasar ekonomi digital Asia Tenggara pada tahun 2025 diprediksi bisa mencapai angka US$240 miliar, tentu ini merupakan nominal yang amat sangat fantastis. Sehingga, saatnya bagi Anda untuk memulai bisnis Startup. Apalagi, Indonesia saat ini disebut-sebut sebagai cikal bakal salah satu kontributor utama karena statusnya sebagai pasar ekonomi terbesar di Asia Tenggara.