Peluang Bisnis Franchise Kedai Kopi dan Tips Mengembangkannya

  • 4 min read
  • Sep 18, 2020

Kopi salah satu minuman paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Baik tua maupun muda, pria maupun wanita, rata-rata suka dengan minuman yang identik dengan warna hitam ini. Bahkan, banyak orang menjadikan kopi sebagai salah satu minuman ‘wajib’ saat bersantai.

Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis kopi lokal yang bahkan sudah mendunia, seperti kopi luwak. Selain itu, di Indonesia juga terdapat varietas kopi Arabika dari Gayo, Toraja, Flores, hingga jenis kopi robusta Temanggung.

Karena indonesia merupakan negara penghasil kopi berkualitas, bisnis kopi di Tanah Air merupakan ‘angin segar’ bagi kawula muda yang ingin mendapatkan penghasilan, dengan cara menjalankan bisnis kedai kopi kekinian.

Gaya hidup milenial saat ini yang serba media sosial merupakan salah satu faktor utama kenapa bisnis kedai kopi sangat menjamur di Indonesia saat ini. Jika dulu minum kopi cuma bisa dilakukan di warung pinggir jalan yang dijual dengan harga 5.000 rupiah saja per gelas, keberadaan coffee shop makin membuat kopi ‘naik kelas’ disebabkan harga jualnya yang bisa meroket hingga puluhan ribu rupiah per gelas.

Fakta di atas menimbulkan pertanyaan, kira-kira apakah yang menjadikan kopi yang dijual di coffee shop alias kedai-kedai kopi itu sangat mahal? Jawabannya karena tiga faktor, yaitu rasa, penyajian atau packaging, serta suasana minum kopi yang tentu saja dirasakan makin classy saat di kedai kopi.

Menghitung Omzet Kedai Kopi yang Menjanjikan

Meskipun kedai kopi baru terus bermunculan, hal ini tetap saja tidak menyurutkan keinginan para pebisnis pemula untuk membuka coffee shop. Padahal, membuka sebuah coffee shop butuh modal yang tidak sedikit. Mulai dari menyediakan alat penggilingan hingga penyeduhan biji kopi, serta meja dan kursi café. Selain itu dibutuhkan juga biaya untuk urusan sewa lokasi hingga promosi.

Fakta lain juga menunjukkan kalau hampir seluruh masyarakat Indonesia doyan minum kopi, sehingga peluang bisnis kopi sangat besar. Bahkan jika mau dibandingkan dengan bisnis lain, ternyata coffee shop jauh lebih menguntungkan karena pemiliknya bisa mendapatkan keuntungan setiap hari.

Terlebih lagi pada masa-masa liburan panjang atau akhir pekan, di mana kedai-kedai kopi biasanya lebih ramai dikunjungi. Cukup menghadirkan menu kopi dengan suasana yang nyaman, Anda tentunya bisa langsung menjalankan bisnis kedai kopi tersebut.

Meskipun Anda terkesan cuma menjual biji kopi dan air, tapi kedai kopi yang dijalankan dengan maksimal tentunya berpotensi besar untuk mendatangkan omzet besar. Misalkan saja, saat Anda hendak membuka kedai kopi di Surabaya, tentunya Anda bisa memulainya dengan membeli biji kopi Arabika yang masih hijau dari petani kopi. Biasanya harga biji kopi asli di bawah Rp100 ribu per kilogram, dan Anda bisa menjadikannya dalam bentuk 50 cangkir kopi.

Apabila harga per cangkir kopi adalah Rp10.000, tentunya penghasilan yang bisa Anda dapatkan berkisar Rp.500 ribu dari satu kilogram biji kopi saja. Coba bayangkan seandainya Anda membutuhkan 5 kilogram biji kopi dan bisa menjual ratusan cangkir per hari? Tentu potensi keuntungan Anda akan semakin besar bukan?

5 Tips Mengembangkan Franchise Kedai Kopi

Sering dengan pertumbuhan bisnis kedai kopi yang terus meningkat, para pemilik kedai-kedai kopi lokal pun mulai mengembangkan brand mereka sehingga berhasil menjadi sebuah waralaba komersial. Beberapa nama kedai kopi lokal seperti Kopi Janji Jiwa, Kopi Tuku, Kopi Kenangan sampai Kopi Kulo pun terbukti berhasil memiliki ratusan gerai di seluruh pelosok Indonesia hanya dalam waktu lima tahun.

Tapi perlu diingat bahwa brand-brand kopi lokal tersebut mampu menjalankan bisnis dalam konsep franchise bukanlah sistem instan satu malam. Dibutuhkan manajemen yang benar-benar profesional, produk yang unik hingga mengetahui cara promosi yang berbeda sehingga mampu menyaingi popularitas Starbucks.

Jika Anda tertarik untuk menciptakan bisnis waralaba kedai, di bawah ini akan saya sebutkan beberapa tips yang bisa Anda coba untuk diterapkan.

1.Menyusun Konsep Bisnis

Menyusun Konsep Bisnis Kopi Kekinian
Menyusun Konsep Bisnis Kopi Kekinian

Tips paling pertama yang harus diperhatikan adalah Anda sudah mempunyai konsep dan model bisnis yang sudah jelas dan matang. Karena dalam setiap waralaba, konsep bisnis adalah kunci utama kelangsungannya.

Untuk kedai kopi, tentu saja konsep bisnisnya berkaitan dengan hak sewa brand. Dalam hal ini Anda bisa menawarkan ke calon investor apakah waralaba itu hanya menjual merk dagang atau sampai pembelian paket usaha lengkap termasuk booth dan bahan baku. Jangan meremehkan penyusunan konsep bisnis, karena konsep inilah yang bakal nantinya Anda tawarkan kepada calon investor.

Tapi Anda harus ingat, jika semakin ribet syarat yang Anda terapkan dan tidak sebanding dengan tarif, pastinya calon investor jelas akan meragu. Namun apabila franchise kedai kopi Anda benar-benar terbukti positif secara ekonomi,tentu saja Anda tidak perlu ragu untuk memasang tarif yang menjanjikan.

2.Melakukan Kajian Bisnis

Melakukan Kajian Bisnis Kopi Modern
Melakukan Kajian Bisnis Kopi Modern

Siapapun bisa saja menawarkan merk kopi mereka dalam konsep franchise. Hanya saja penting untuk diketahui bahwa agar bisnis Anda makin diperhitungkan, pastikan Anda tidak lupa untuk melakukan kajian kelayakan usaha. Bagaimana caranya? Lakukan perhitungan lamanya modal kembali. Semakin lama modal kembali, pertanda kedai kopi Anda bermasalah dalam bisnis sehingga sudah pasti tidak layak untuk ditawarkan dalam konsep franchise.

Selain memperhitungkan modal, ketahui juga kekuatan produk apakah mampu berlangsung cukup lama atau tidak. Hal ini penting agar jangan sampai seperti bisnis musiman es kepal milo yang pernah benar-benar booming, lalu hilang begitu saja. Beruntung kopi adalah minuman favorit masyarakat Indonesia, kelangsungan bisnis ini tentu bisa tahan lama dan dapat dinikmati lintas generasi selama Anda selalu bisa inovatif.

3.Memiliki SOP yang Berkualitas

Memiliki SOP yang Berkualitas
Memiliki SOP yang Berkualitas

Tips berikutnya yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam bisnis waralaba adalah keberadaan SOP alias Standar Operasional Prosedur. Dalam bisnis kuliner, SOP diibaratkan sebuah panduan sekaligus parameter agar produk sekaligus layanan yang diberikan berkualitas dan memuaskan. Kaitannya dengan bisnis kedai kopi, SOP umumnya mencakup pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, metode  penyajian, hingga layanan konsumen.

Apabila bisnis waralaba kedai kopi Anda sudah mempunyai SOP, tentunya merupakan sebuah komitmen apabila bisnis bisa dilaksanakan secara profesional. Bisnis yang profesional jelas akan meningkatkan kepercayaan calon investor sehingga bersedia bergabung menjadi mitra.

4.Mendaftarkan Merk

Mendaftarkan Merk Kopi Kekinian
Mendaftarkan Merk Kopi Kekinian

Bisnis yang baik tentunya memiliki merk alias brand. Karena itu, saat memilih jaringan waralaba, tentu saja Anda mesti memilih yang punya brand. Pilihlah merek yang berbeda, unik, mudah dikenal dan sangat melambangkan bisnis Anda. Coba saja bandingkan antara nama Kopi Janji Jiwa dengan Es Kopi Manis, manakah yang lebih ear catching. Tentu Kopi Janji Jiwa bukan?

5.Membangun Manajemen Profesional

Membangun Manajemen Profesional
Membangun Manajemen Profesional

Sebuah bisnis yang diharapkan berkembang dan bisa memiliki cabang di mana-mana, tentu membutuhkan manajemen yang profesional untuk meraihnya. Manajemen profesional ini tentu saja terpilih dari orang-orang yang memang memiliki passion yang sama, serta mampu melakukan inovatif dan tidak takut gagal. Hal di atas juga berlaku dalam franchise pada bisnis kedai kopi.

Demikianlah informasi seputar peluang bisnis Franchise Kedai Kopi dan tips mengembangkannya. Semoga setelah membaca artikel ini, Anda sudah memiliki gambaran besar terkait dengan bisnis kedai kopi dan hal-hal yang terkait dengannya.